Home / Artikel / Berita / Bisnis / Ekonomi

Friday, 14 November 2025 - 06:25 WIB

SD MUHAMMADIYAH SANGATTA SELATAN GELAR MIC 2025, CETAK GENERASI QUR’ANI DAN BERPRESTASI

 

Sangatta Selatan (12/11/2025). Pada tahun ini, SD Muhammadiyah Sangatta Selatan menjadi pusat perhatian edukasi Islam dengan menggelar Muhammadiyah Islamic Competition (MIC) pada Rabu, 12 November 2025. Ajang bergengsi ini diikuti oleh seluruh Taman Kanak-Kanak (TK) Se-Sangatta Selatan, dengan mengusung tema: “Generasi Qur’ani, Ceria, dan Berprestasi’’.

MIC 2025 merupakan wujud nyata komitmen SD Muhammadiyah Sangatta Selatan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman dan keunggulan sejak dini. Kepala SD Muhammadiyah Sangatta Selatan menjelaskan bahwa tema ini merupakan kristalisasi dari semangat Muhammadiyah dalam mencetak khairu ummah (umat terbaik). “Kami tidak hanya ingin anak-anak hanya hafal Qur’an, tetapi juga memiliki karakter yang ceria, optimistis, dan siap berkompetisi dalam kebaikan (fastabiqul khairat)’’. Kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan tiga pilar utama Pendidikan, yaitu spritualitas, kognisi, dan afeksi.

Ragam Kompetisi

Kompetisi ini akan diisi dengan beragam kategori lomba yang memadukan pendidikan agama, seni, dan soft skill:

  • Spiritual: Lomba Adzan, Hafalan Surat-Surat Pendek, dan Qiroah menjadi inti dalam membangun kedekatan emosional anak dengan Al-Qur’an dan melatih mentalitas tampil di depan umum serta bertujuan membentuk kedekatan anak dengan Al-Qur’an dan ibadah.
  • Kreativitas dan Kognisi: Lomba Mewarnai menstimulasi motorik halus dan ekspresi seni, dan Tebak Gambar Islami mengasah pengetahuan dasar agama secara menyenangkan. Ini adalah upaya agar proses belajar Islam terasa “Ceria’’ dan tidak menakutkan.
  • Ekspresi Diri: Lomba Fashion Show menjadi penting untuk membangun rasa percaya diri dan mengajarkan nilai-nilai kesantunan berbusana Islami sejak dini. Ini mencerminkan salah satu aspek “Berprestasi’’ yang multidimensi.

Partisipasi dari TK di Sangatta Selatan menunjukkan tingginya keinginan masyarakat terhadap program pendidikan yang seimbang dan berkarakter, menjadikan MIC 2025 sebagai agenda penting dan diharapkan bisa terus berlanjut.

Baca Juga  SELAMAT MILAD MUHAMMADIYAH YANG KE 113

Makna Filosofis Logo

Logo MIC didominasi dengan warna emas serta biru tua merupakan logo filosofi yang terkait erat dengan Persyarikatan Muhammadiyah.

  1. Emas dan Biru Tua: Emas melambangkan kemuliaan dan prestasi tinggi, sementara biru tua mewakili kedalaman ilmu (tafaqquh fiddin) dan ketenangan spiritual. Ini sejalan dengan cita-cita pendidikan Muhammadiyah yang bertujuan untuk melahirkan insan berilmu, berakhlak mulia dan unggul.
  2. Pena yang Memancar: Elemen kunci adalah sepuluh ujung pena yang mengelilingi pusat. Pena adalah simbol universal literasi, ilmu pengetahuan, dan dakwah, merujuk pada ayat “Iqra’’ (Bacalah) dan “Nun, walqalami wama yasturun’’ (Demi pena dan apa yang mereka tuliskan). Dalam konteks Muhammadiyah, pena yang memancar ke luar melambangkan Gerakan Pencerahan yang menyebarkan ilmu Islam yang murni ke seluruh masyarakat, sebagaimana matahari pada lambang Muhammadiyah menyebarkan cahayanya.
  3. Bentuk Geometris: Bingkai segi delapan yang kokoh menyiratkan keteraturan dan kekuatan organisasi, menunjukkan bahwa kompetisi ini adalah bagian terstruktur dari upaya dakwah pendidikan Muhammadiyah.
  • Benang Merah Penamaan Muhammadiyah Islmic Competition

Penamaan Muhammadiyah Islamic Competition (MIC) di level dasar ini adalah cerminan dari evolusi dan keberlanjutan dari Muhammadiyah Game Competition (MGC) yang fokus pada penguatan identitas organisasi persyarikatan melalui game yang santai dan Islamic Student Competition (ISC) yang cenderung akademis dan intelektual lebih tinggi, yang menguji pemahaman tafaqquh fiddin (pendalaman agama) dan kemampuan berargumen, merefleksikan semangat pembaruan (tajdid) Muhammadiyah di ranah perguruan tinggi.

MIC hadir sebagai titik sintesis, menyatukan identitas keorganisasian dan ideologi keislaman dalam satu wadah di level usia dini. Jika MGC fokus pada ke-Muhammadiyah-an dan ISC fokus pada ke-Islam-an, maka MIC adalah fase penanaman fondasi ganda yang mengambil semangat kompetisi (fastabiqul khairat) dan metode ceria untuk memastikan bahwa benih-benih Islam dan etos organisasi tertanam kuat sejak anak-anak memulai literasi agama. Kompetisi ini adalah estafet dakwah yang memastikan setiap fase pendidikan, dari TK hingga Perguruan Tinggi, memiliki wadah untuk mewujudkan semangat fastabiqul khairat di bawah Persyarikatan Muhammadiyah.

Baca Juga  Saat Jiwa-Jiwa Mulia Bersatu: Hewan Kurban Menjadi Jembatan Kasih untuk Ribuan Keluarga di Kutai Timur

Melalui perpaduan lomba yang edukatif, filosofi logo yang mendalam dan penamaan kompetisi, MIC 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi Sangatta Selatan untuk mencetak “Generasi Qur’ani’’ yang siap menjadi pemimpin cerdas dan berakhlak di masa depan.

Oleh: Najib Maulana Alfikri

Share :

Baca Juga

Artikel

SELAMAT MILAD MUHAMMADIYAH YANG KE 113

Artikel

GEMURUH INTELEKTUAL DI AL-FARUQ, Dialog Kebudayaan Islam: Membuka Tabir Sejarah Peradaban Kutai Timur

Artikel

Tumbuhkan Karakter Islami Sejak Dini, SD Muhammadiyah Sangatta Selatan Adakan Munaqosah dan Mabit Camp

Artikel

Baitul Arqam PDM dan PDA Bontang-Kutim

Artikel

BUPATI CUP 2025

Artikel

Momentum Tahun baru Islam 1447 H : Mari Luruskan Kembali niat Kita

Berita

Saat Jiwa-Jiwa Mulia Bersatu: Hewan Kurban Menjadi Jembatan Kasih untuk Ribuan Keluarga di Kutai Timur

Berita

Refleksi Kebersamaan Umat dalam Sholat Idul Adha 1446 H